Pembangunan gedung DPR baru “Gedung Mewah Buat Wakil Rakyat”

DPR merupakan satu wadah yang diisi oleh individu-individu yang mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memajukan kesejahteraan atau setidaknya menstabilkan kehidupan di masayarakat dalam suatu pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden. Untuk menunjang wadah tersebut dibutuhkan sebuah gedung yang diperuntukkan bagi wakil-wakil rakyat ini dalam menjalankan tugasnya. Dalam beberapa dekade ini biasanya anggota DPR bekerja di kantor MPR, hal ini karena anggota MPR terdiri dari sebagian besar anggota DPR.

a

(Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia)

 

Pada awal tahun silam, saya membaca beberapa artikel yang mengatakan bahwa Pemerintah berencana membuat anggaran untuk membangun gedung yang menjadi tempat bekerja anggota DPR RI. Awalnya saya beranggapan ini hanya bualan saja, namun beberapa bulan kemudian tiba-tiba saja desain bangunan DPR RI itu sudah terbentuk..wow!!…

1

(Konsep desain yang direncanakan sebagai gedung baru DPR RI)

 

Pasca keluarnya desain ini, berbagai pendapat langsung beterbangan dari masyarakat awam maupun dari politik. Yang cukup ironis, sebagian besar tidak menyetujui pembangunan gedung ini yang katanya akan menelan anggaran negara sebesar 1,6 Triliun Rupiah. Kalau difungsikan untuk pembangunan gedung penampungan masyarakat miskin mungkin bisa sedikit mengatasi masalah perekonomian negara kita. Tapi saya selaku orang teknik tidak mau membicarakan hal yang berbau politik ini, hal ini hanya sekedar intermezzo saja.

 

Ok, back to the point, yang kita bahas kali ini adalah ide dasar perencanaan gedung DPR RI ini yang saya ambil dari situs resmi DPR RI.

 

Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR RI


Perencanaan

1.       Merencanakan dan merancang renovasi ruang-ruang yang ada untuk ditingkatkan kualitasnya dan/atau diubah fungsinya sesuai dengan rekomendasi Masterplan Komplek DPR RI.

2.    Pekerjaan pada item (a) dan (b) diatas meliputi:

3.    Perencanaan dan perancangan arsitektur, struktur, lansekap, interior, mekanikal & elektrikal, dan utilitas bangunan.

4.    Building quantity dan rencana anggaran biaya.

5.    Rencana kerja dan syarat.

6.    Melakukan studi literatur tentang sarana/gedung parlemen di beberapa negara dan studi banding ke gedung parlemen Jerman untuk melihat secara langsung;

7.    Penataan ruang kerja dan suang persidangan di gedung parlemen tersebut.

8.    Melihat pengolahan zoning yang untuk memisahkan area privat dan publik.

9.    Mempelajari building security system dan building automatic system yang diterapkan di gedung tersebut.

10. Design gedung baru berbentuk gerbang yang mencerminkan :

Konsep BINGKAI merupakan filosofi dari anggota DPR yang berasal dari beragam latar belakang daerah dan budaya,

Bentuk GERBANG merupakan metafora dari HARAPAN, bahwa gedung ini bisa menjadi gerbang bagi kemakmuran bangsa Indonesia

Bentuk gerbang selalu mengandalkan adanya dua pilar kokoh yang menyanggah balok diatasnya.

a

11. Gedung baru ini dibuat berdasarkan kebutuhan ruang dan rencana penataan ulang kawasan komplek MPR/DPR/DPD RI

12. Pembangunan gedung baru ini ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan dalam Komplek DPR RI perlu diwadahi secara baik sehingga dapat menunjang kinerja anggota Dewan.

 

A

FILOSOFI: Air Mengalir

Konsep lansekap Komplek DPR RI selalu menyertakan unsur air sebagai salah satu elemen pembentuknya. Juga dalam konsep rancangan Gedung Baru Kantor Anggota DPR ini. Unsur air disamping sebagai elemen estetis juga dipergunakan sebagai penghubung antara bangunan eksisting dengan gedung yang baru.

Air sebagai kolam pemantul (reflecting pond) dialirkan dari Gedung Nusantara I, ke kolam yang berada di antara Gedung Nusantara I dan Gedung Baru, kemudian mengalir lagi melewati “gerbang” gedung baru kemudian menuju ke kolam yang ada di atas perpustakaan (aliran diperkaya dengan ilmu), kemudian menembus entrance gedung perpustakaan dan jatuh di kolam bendera.

Aliran ini sebagai analogi; bahwa apapun yang dilakukan DPR, selalu mengalir (bermanfaat) ke rakyat Indonesia (kolam dengan deretan tiang bendera, merupakan analogi dari “kolam” bangsa Indonesia).

13. Konsep penataan ruang seperti yang direncanakan perlu ditindaklanjuti dengan Pengembangan Rancangan dan Detail Engineering Design (DED) sehingga dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan ruang :

a

Ruang Kerja Anggota

a

 

Luas 120 m² ruangan bagi tiap-tiap anggota seluas dibagi menjadi :

  • 60 m² untuk ruang kerja anggota
  • 60 m² untuk ruang 1 orang sespri dan 4 orang staf ahli

as

1.       Desain pengembangan untuk ruang anggota dewan, meliputi 1 anggota, 5 staf ahli, 1 asisten pribadi, dengan luasan ± 120 m2 (bahwa luasan tersebut setara dengan kebutuhan ruang kerja Eleson 1);

2.    Kekuatan struktur bangunan harus memperhatikan beban hidup, beban mati, beban angin, resonansi struktur, dan potensi bencana (gempa dan kebakaran);

3.    Hasil perencanaan tipikal Layout ruang dapat dioptimasi guna menekan biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan;

4.    Dengan adanya besmen dengan kapasitas parkir yang besar (± 1000 mobil), perlu direncanakan dengan matang (sirkulasi, penghawaan, proteksi kebakaran, evakuasi pada saat bencana dll);

5.    Perlu memperhatikan ketentuan tata ruang dan arahan dalam Master Plan guna memenuhi keinginan menjadi Landmark kawasan serta memperkuat citra bangunan eksisting.

Dalam proses persiapan pekerjaan pembangunan gedung baru ini telah dilakukan beberapa tahapan antara lain :

1.    Rekomendasi PU tertanggal 17 Mei 2010 tentang penunjukan langsung lanjutan pekerjaan konsultan ( Manajemen Konstruksi dan Perencana )

2.    Konsultan MK telah melakukan koordinasi persiapan pekerjaan perencanaan

3.    Konsultan perencana telah membuat beberapa alternatif gambar gedung dan telah diputuskan gambar alternatif 1

 

Dari penjabaran diatas, kita dapat menyimpulkan betapa modern dan komplek nya program ruang yang ada. Namun, semodern apapun bangunan ini, semahal apapun proyek ini, saya masih heran. coba perhatikan gambar berikut ini;

as

(Coba bandingkan gedung DPR RI dengan monumen La Defense di atas ini..mirip kan??)

a

(Coba bandingkan juga dengan gedung parlemen di Chile ini)

 

Sedikit tambahan lagi mengenai bangunan ini

Fasilitas Di Gedung Baru DPR

 

1.      Restoran respresentatif untuk menjamu tamu

2.      Gedung dengan 36 lantai

3.      Luas ruangan kerja anggota dewan, 120 meter persegi (uang kerja anggota, ruang staf ahli dan asisten pribadi, ruang rapat kecil, kamar istirahat yang berisi spring bed, kamar mandi, WC, dan ruang tamu.)

4.      Ruang rekreasi di lantai 36 (spa, kolam renang dan fitness ????)

ICW  menilai ada hal yang mencurigakan di dalam rencana pembangunan gedung baru DPR. Pasalnya alokasi anggaran per meter persegi Rp 10 juta jauh melampaui informasi yang di dapat dari pengembang yang hanya Rp 4 juta, itu juga sudah masuk dalam rate hotel mewah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: