“Rumah Bolon”, Secuil Informasi Tentang Rumah Adat Suku Batak Toba

Batak merupakan salah satu suku yang mendiami pulau Sumatera, tepatnya di Sumatera Utara. Suku bangsa Batak mendiami daerah dataran tinggi Karo, Dairi, Toba, Humbang, Barus, Angkola dan Mandailing. Wilayah ini dikenal dengan nama Tapian Nauli (Tapanuli). Karena kondisi geografis daerahnya yang bergunung-gunung menyebabkan suku Batakterbagi atas 6 anak suku. Setiap suku memiliki seni arsitektur yang menarik.

Antara Lain ;

  • Batak Toba
  • Batak Karo
  • Batak Mandailing
  • Batak Simalungun
  • Batak Pakpak
  • Batak Angkola

Ke-enam suku ini memiliki bahasa dan adat istiadat sendiri, Namun rumah adat-nya masing-masing memiliki kemiripan.
Kemiripan itu tentu saja bentuk atap, ukiran tradisioanl di dinding bangunan, serta pola penataan kampung berupa berbanjar dua saling berhadapan berporos ke arah utara selatan dan membentuk perkampungan yang disebut lumban atau huta. Perkampungan tersebut memiliki 2 pintu gerbang (bahal) di sisi utara dan selatannya. Sekeliling lingkungan dipagari tembok setinggi 2 meter (parik) berbahan tanah liat dan batu. Selain itu, di setiap sudutnya dibuat menara pengawas karena dahulu mereka masih sering berperang. Tidak berlebihan apabila bentuk asli perkampungan suku Batak dulunya menyerupai benteng.

Langgam arsitekturnya bercirikan peralihan bentuk atap rumah Batak dan rumah Minangkabau, Dewasa ini yang masih banyak ditemui adalah wujud arsitektur tradisional Batak Toba dan Batak Karo.

Pola penataan kampung berbanjar dan berhadapan, yang merupakan salah satu ciri perkampungan suku Batak

Kalau saya bahasa satu-persatu suku di tanah batak ini pasti tak akan habis-habis. Kali ini yang saya bahas adalah mengenai Rumah Bolon, yaitu rumah adat suku batak toba dan juga simalungun.

Batak Toba

Suku ini asalnya dari pinggiran Danau Toba. Ada dua tipe bangunan adat suku toba ini, yaitu, Rumah Bolon (Rumah Besar) dan Ruma/Jabu (rumah sederhana). Kali ini yang kita bahas adalah Rumah Bolon.

Rumah Bolon atau Ruma Bolon

Ruma gorga atau sering disebut ruma bolon atau “Si Baganding Tua” adalah rumah adat suku Batak yang sekaligus menjadi simbol status sosial masyarakat yang tinggal di Tapanuli. Rumah adat Batak terdiri atas 2 bangunan utama yaitu ruma (tempat tinggal) dan sopo (lumbung padi). Letak keduanya saling berhadapan dipisahkan pelataran luas yang berfungsi sebagai ruang kegiatan warganya. Rumah adat ini berbentuk empat persegi panjang dengan denah dalamnya merupakan ruangan terbuka tanpa kamar atau pun sekat pemisah. Dahulu, sebuah rumah adat Batak berukuran besar (rumah bolon) dihuni 2 hingga 6 keluarga.

Salah satu bangunan rumah bolon

Sapukan pandangan Anda pada rumah adat ini yang atapnya berbentuk segitiga dan bertingkat tiga. Amati bagaimana di setiap puncak dan segitiganya terdapat kepala kerbau yang melambangkan kesejahteraan bagi penghuni rumahnya. Ciri utama bagian atap yang berbentuk segitiga tersebut berbahan anyaman bambu (lambe-lambe). Biasanya lambe-lambe menjadi personifikasi sifat pemilik rumah tersebut yang ditandai dengan warna merah, putih dan hitam.

Pintu pun dibuat sangat kecil, kurang dari satu  meter dan jumlahnya ada  dua  buah. Hal ini memiliki makna, yaitu sibaba ni aporit (menghormati yang memiliki rumah), karena orang yang ingin masuk k edalam rumah ini, harus menunduk.

Keindahan rumah Bolon masih terus berlanjut. Atap yang menjadi pelindung rumah memiliki ciri khas yang unik.  Dua ujung lancip  di depan dan di belakang. Namun ujung pada bagian belakang lebih panjang, agar keturunan dari yang memiliki rumah lebih sukses nantinya. Pada bagian bawah rumah, merupakan tempat yang digunakan oleh si pemilik rumah untuk memelihara hewan ternaknya. Dahulu, yang sering dipelihara adalah kerbau.

Atap bangunan rumah bolon

Potongan bangunan rumah bolon

Perhatikan juga lekukan ketelitian dari ukiran tradisional di dinding rumah adat ini. Bagian luar dan depan rumah memuat ukiran yang dicat tiga warna yaitu merah-hitam-putih. Ukiran tersebut nyatanya penuh makna simbolik yang menampilkan pandangan kosmologis dan filosofis budaya Batak. Di sebelah kiri dan kanan tiang rumah ada ukiran yang menggambarkan payudara sebagai lambang kesuburan (odap-odap). Ada juga ukiran cicak sebagai lambang penjaga dan pelindung rumah (boraspati). Dinding bangunan dihiasi ukiran khas Batak yang disebut gorga. Gorga bagi suku Batak adalah ornamen yang mengandung unsur mistis  penolak bala. Ukiran gorga ditempatkan di dinding rumah bagian luar. umumnya ukiran itu berbentuk lukisan hewan seperti cicak, ular ataupun kerbau.

Ukiran Odap-odap lambang kesuburan

Ukiran Boraspati pelindung rumah

Dua hewan yang menjadi dekorasi rumah Bolon memiliki makna yang dalam. Pada gorga yang dilukis gambar hewan cicak bermakna orang batak mampu bertahan hidup dimanapun,  walaupun dia merantau ke tempat yang jauh sekalipun, karena orang batak memiliki rasa persaudaraan yang sangat kuat dan tidak terputus antara sesama sukunya. Sedangkan gambar kerbau bermakna sebagai ucapan terima kasih atas bantuan kerbau telah membantu manusia dalam pekerjaan ladang masyarakat.

Keunikan desain ruma bolon adalah hiasan pada kusen pintu masuknya berupa ukiran telur dan panah. Tali-tali pengikat dinding miring (tali ret-ret) terbuat dari ijuk atau rotan yang membentuk pola seperti cicak berkepala 2 saling bertolak belakang. Cicak itu dikiaskan sebagai penjaga rumah dan 2 kepala saling bertolak belakang melambangkan penghuni rumah mempunyai peranan yang sama dan saling menghormati.


Bangunan lumbung (sopo) dibangunberhadapan dengan ruma. Sopo dibedakan menurut jumlah tiangnya, yaitu antara 4 sampai 12 tiang. Soposiopat bertiang 14, Sopo sionam bertiang 6, sopo siualu bertiang 8 dan sopo bolon bertiang 12. Sopo bolonmasih dapat dilihat di desa Lumban Nabolon, TapanuliUtara. Sopo juga merupakam bangunan panggungyang melambangkan tri-tunggal banua. Bagiankolongnya tempat ternak, bagian tengah tempatmenenun dan bersantai, sedang bagian atasnya tempatmenyimpan padi. Tiang-tiang sopo berdiri di atas batuojahan, berbentuk bulat dengan diameter 20 cm dibawah dan 40 cm di atas. Selain tiang utama terdapattiang-dang pembantu berbentuk bulat berdiameter 20cm. Seluruh tiang diikat oleh 4 balok ransang pada tiapsisinya. Bagian atas tiang dihubungkan oleh balok galapang. Di atas balok galapangterletak sumban dan di atas sumban terdapat gulang-gulang

Denah Sopo

Pada konsep tradisional, nyatanya memang rumah-rumah tradisional di Nusantara tidak hanya memiliki dimensi fungsional sebagai tempat hunian tetapi juga sekaligus melalui unsur-unsur bentuk tertentu. Posisi ruma bolon juga menunjukan tentang kepercayaan suku ini yaitu banua ginjang (dunia atas), banua tonga (dunia tengah/bumi), dan banua toru (dunia bawah atau dunia makhluk halus).

Interior bangunan rumah bolon

Tiang penyangga yang menjadi pondasi bangunan rumah bolon

Penataan perkampungan suku Batak Toba mengikuti pola berbanjar dua saling berhadapan berporos ke arah utara selatan dan membentuk perkampungan yang disebut lumban atau huta. Perkampungan tersebut memiliki 2 pintu gerbang (bahal) di sisi utara dan selatannya. Sekeliling lingkungan dipagari tembok setinggi 2 meter (parik) berbahan tanah liat dan batu. Selain itu, di setiap sudutnya dibuat menara pengawas karena dahulu mereka masih sering berperang. Tidak berlebihan apabila bentuk asli perkampungan suku Batak dulunya menyerupai benteng. Dahulu sebuah perkampungan suku Batak dibuat dengan menggali tanah membentuk parit mengelilinginya juga ditanami bambu setinggi 3 meter. Bentuk perkampungan itu jadinya lebih menyerupai sebuah benteng untuk melindungi warganya dari serangan suku lain.

Sebutan untuk rumah Batak disesuaikan dengan hiasannya. Rumah adat dengan beragam hiasan yang indah yang rumit dinamakan disebut ruma gorgasarimunggu atau jabu. Sementara rumah adat yang tidak memiliki ukiran dinamakan jabu ereng.

Budaya rumah Bolon ini sampai sekarang tidak ditinggalkan oleh masyarakatnya. Terlihat hingga sekarang, bangunan-bangunan baru yang berdiri masih menggunakan konsep rumah Bolon.

 

Untuk itu kita selaku generasi muda penerus bangsa, mari lestarikan rumah adat peninggaln nenek moyang kita. Pahami seluk beluk akar sejarah kita. Karena sejarah merupakan identitas kita yang sebenarnya. ^_^

Special thanks buat blogger2 & website sebelum saya yang sudah mau berbagi ilmu.

Spectrum Residential Ensemble di Rumania

Tahun 2009 Re-Act Now Studio membangun kawasan residensial di kota Constanta, Rumania. Kawasan ini sangat strategis karena Sitenya berada di batas utara kota Constanta dengan Mamaia. Dimana lokasi ini terletak antara Laut dan Danau Ghiol. Artinya lokasi ini jika terlihat dari laut, akan seperti sebuah pulau dengan bangunan-bangunan beraneka warna.

Lokasinya yang berada di pinggir pantai akan membuat nyaman penghuni resident

Lokasi bangunan yang tepat berada dibibir pantai mencitrakan bangunan sebagai penjaga pantai, dengan tinggi yang menjulang, bangunan ini tampak kokoh jika dilihat dari tengah laut. Masing-masing unit bangunan memiliki shelter masing-masing yang berfungsi sebagai tempat perlindungan jika terjadi bencana baik itu banjir, badai, gempa bumi maupun tsunami.

Masing-masing unit bangunan juga terlihat tidak sama bentuk dan ritme nya satu sama lain. Bangunan seolah berbentuk kumpulan kubus-kubus yang dibentuk sedemikian rupa layaknya mainan lego. Adapun fungsinya membuat bangunan semakin kokoh karena tumpuan beban seimbang per-tingkat bangunannya.

Keanekaragam warna dan bentuk dari masing-masing bangunan

Pada masing-masing bangunan disamping terdiri dari apartemen, fasilitas lainnya antara lain ; Kolam Renang, Areal Fitnes, Ruangan untuk acara-acara pribadi, Binatu, Bar dengan restoran mini serta kelengkapan lainnya. Semua itu melengkapi isi dari ruangan-ruangan yang ada pada masing-masing bangunan.

Siteplan kawasan

Potongan banagunan

Beberapa contoh denah masing-masing ruangan apartemen

Lokasi site yang awalnya tandus mampu dihidupkan oleh Re-Act Studio dengan sangat baik. warna-warni yang merekat di dinding fasade resident mampu menghidupkan suasana. Adapun fungsi warna-warna tersebut adalah sebagai simbol “welcome” bagi pengunjung yang datang ataupun sekedar melewati kawasan tersebut.

Foto-foto lainnya :

 

Momema, “Museum of Middle East Modern Art”

Pada kali ini, saya membahas mengenai konsep dari rencana pembangunan museum yang akan dibangun di kota Dubai. Dengan sedikit kerja keras, akhirnya materi-materi yang mendukung tulisan ini rampung juga. so lets check this out!!

UNStudio merancang sebuah konsep museum modern yang akan dibangun di Uni Emirat Arab, tepatnya di kota Khor, Dubai. Kota yang sedang berkembang pesat ini memang lagi getol-getolnya membangun fasilitas serta bangunan-bangunan pendukung majunya Negara tersebut.

a

Proyek ini direncanakan akan menggabungkan beberapa ruang seperti Museum Seni Timur Tengah, serta bidang kinerja, hotel, dan pusat perbelanjaan. Proyek ini direncanakan memiliki luas totalnya 25.000 M². Pengerjaannya diharapkan selesai akhir 2011 ini.

a

Proyek yang sedang berjalan ini dicanangkan sebagai alat promosi serta pembuktian kepada dunia bahwa negara penghasil minyak ini telah sukses maju pesat. Direncanakan bangunan ini sebagai simbol budaya baru di timur tengah.

MOMEMA difungsikan sebagai gedung pameran, galeri seni, ruang workshop leaseable, auditorium, dan teater di ruang terbuka untuk konser dan festival internasional.

a

(Tampak samping kanan MOMEMA)

a

(Tampak samping kiri MOMEMA)

a(Tampak belakang MOMEMA)

Proyek MOMEMA ini dimulai sejak bulan Juni tahun lalu yang diresmikan oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Penguasa Dubai.

 

Interior Bangunan

a(Ruang Hall utama)

a(Tangga dan escalator pada interior bangunan)

a(Ruang Pameran)

 

Pembangunan gedung DPR baru “Gedung Mewah Buat Wakil Rakyat”

DPR merupakan satu wadah yang diisi oleh individu-individu yang mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memajukan kesejahteraan atau setidaknya menstabilkan kehidupan di masayarakat dalam suatu pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden. Untuk menunjang wadah tersebut dibutuhkan sebuah gedung yang diperuntukkan bagi wakil-wakil rakyat ini dalam menjalankan tugasnya. Dalam beberapa dekade ini biasanya anggota DPR bekerja di kantor MPR, hal ini karena anggota MPR terdiri dari sebagian besar anggota DPR.

a

(Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia)

 

Pada awal tahun silam, saya membaca beberapa artikel yang mengatakan bahwa Pemerintah berencana membuat anggaran untuk membangun gedung yang menjadi tempat bekerja anggota DPR RI. Awalnya saya beranggapan ini hanya bualan saja, namun beberapa bulan kemudian tiba-tiba saja desain bangunan DPR RI itu sudah terbentuk..wow!!…

1

(Konsep desain yang direncanakan sebagai gedung baru DPR RI)

 

Pasca keluarnya desain ini, berbagai pendapat langsung beterbangan dari masyarakat awam maupun dari politik. Yang cukup ironis, sebagian besar tidak menyetujui pembangunan gedung ini yang katanya akan menelan anggaran negara sebesar 1,6 Triliun Rupiah. Kalau difungsikan untuk pembangunan gedung penampungan masyarakat miskin mungkin bisa sedikit mengatasi masalah perekonomian negara kita. Tapi saya selaku orang teknik tidak mau membicarakan hal yang berbau politik ini, hal ini hanya sekedar intermezzo saja.

 

Ok, back to the point, yang kita bahas kali ini adalah ide dasar perencanaan gedung DPR RI ini yang saya ambil dari situs resmi DPR RI.

 

Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR RI


Perencanaan

1.       Merencanakan dan merancang renovasi ruang-ruang yang ada untuk ditingkatkan kualitasnya dan/atau diubah fungsinya sesuai dengan rekomendasi Masterplan Komplek DPR RI.

2.    Pekerjaan pada item (a) dan (b) diatas meliputi:

3.    Perencanaan dan perancangan arsitektur, struktur, lansekap, interior, mekanikal & elektrikal, dan utilitas bangunan.

4.    Building quantity dan rencana anggaran biaya.

5.    Rencana kerja dan syarat.

6.    Melakukan studi literatur tentang sarana/gedung parlemen di beberapa negara dan studi banding ke gedung parlemen Jerman untuk melihat secara langsung;

7.    Penataan ruang kerja dan suang persidangan di gedung parlemen tersebut.

8.    Melihat pengolahan zoning yang untuk memisahkan area privat dan publik.

9.    Mempelajari building security system dan building automatic system yang diterapkan di gedung tersebut.

10. Design gedung baru berbentuk gerbang yang mencerminkan :

Konsep BINGKAI merupakan filosofi dari anggota DPR yang berasal dari beragam latar belakang daerah dan budaya,

Bentuk GERBANG merupakan metafora dari HARAPAN, bahwa gedung ini bisa menjadi gerbang bagi kemakmuran bangsa Indonesia

Bentuk gerbang selalu mengandalkan adanya dua pilar kokoh yang menyanggah balok diatasnya.

a

11. Gedung baru ini dibuat berdasarkan kebutuhan ruang dan rencana penataan ulang kawasan komplek MPR/DPR/DPD RI

12. Pembangunan gedung baru ini ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan dalam Komplek DPR RI perlu diwadahi secara baik sehingga dapat menunjang kinerja anggota Dewan.

 

A

FILOSOFI: Air Mengalir

Konsep lansekap Komplek DPR RI selalu menyertakan unsur air sebagai salah satu elemen pembentuknya. Juga dalam konsep rancangan Gedung Baru Kantor Anggota DPR ini. Unsur air disamping sebagai elemen estetis juga dipergunakan sebagai penghubung antara bangunan eksisting dengan gedung yang baru.

Air sebagai kolam pemantul (reflecting pond) dialirkan dari Gedung Nusantara I, ke kolam yang berada di antara Gedung Nusantara I dan Gedung Baru, kemudian mengalir lagi melewati “gerbang” gedung baru kemudian menuju ke kolam yang ada di atas perpustakaan (aliran diperkaya dengan ilmu), kemudian menembus entrance gedung perpustakaan dan jatuh di kolam bendera.

Aliran ini sebagai analogi; bahwa apapun yang dilakukan DPR, selalu mengalir (bermanfaat) ke rakyat Indonesia (kolam dengan deretan tiang bendera, merupakan analogi dari “kolam” bangsa Indonesia).

13. Konsep penataan ruang seperti yang direncanakan perlu ditindaklanjuti dengan Pengembangan Rancangan dan Detail Engineering Design (DED) sehingga dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan ruang :

a

Ruang Kerja Anggota

a

 

Luas 120 m² ruangan bagi tiap-tiap anggota seluas dibagi menjadi :

  • 60 m² untuk ruang kerja anggota
  • 60 m² untuk ruang 1 orang sespri dan 4 orang staf ahli

as

1.       Desain pengembangan untuk ruang anggota dewan, meliputi 1 anggota, 5 staf ahli, 1 asisten pribadi, dengan luasan ± 120 m2 (bahwa luasan tersebut setara dengan kebutuhan ruang kerja Eleson 1);

2.    Kekuatan struktur bangunan harus memperhatikan beban hidup, beban mati, beban angin, resonansi struktur, dan potensi bencana (gempa dan kebakaran);

3.    Hasil perencanaan tipikal Layout ruang dapat dioptimasi guna menekan biaya perawatan dan pemeliharaan bangunan;

4.    Dengan adanya besmen dengan kapasitas parkir yang besar (± 1000 mobil), perlu direncanakan dengan matang (sirkulasi, penghawaan, proteksi kebakaran, evakuasi pada saat bencana dll);

5.    Perlu memperhatikan ketentuan tata ruang dan arahan dalam Master Plan guna memenuhi keinginan menjadi Landmark kawasan serta memperkuat citra bangunan eksisting.

Dalam proses persiapan pekerjaan pembangunan gedung baru ini telah dilakukan beberapa tahapan antara lain :

1.    Rekomendasi PU tertanggal 17 Mei 2010 tentang penunjukan langsung lanjutan pekerjaan konsultan ( Manajemen Konstruksi dan Perencana )

2.    Konsultan MK telah melakukan koordinasi persiapan pekerjaan perencanaan

3.    Konsultan perencana telah membuat beberapa alternatif gambar gedung dan telah diputuskan gambar alternatif 1

 

Dari penjabaran diatas, kita dapat menyimpulkan betapa modern dan komplek nya program ruang yang ada. Namun, semodern apapun bangunan ini, semahal apapun proyek ini, saya masih heran. coba perhatikan gambar berikut ini;

as

(Coba bandingkan gedung DPR RI dengan monumen La Defense di atas ini..mirip kan??)

a

(Coba bandingkan juga dengan gedung parlemen di Chile ini)

 

Sedikit tambahan lagi mengenai bangunan ini

Fasilitas Di Gedung Baru DPR

 

1.      Restoran respresentatif untuk menjamu tamu

2.      Gedung dengan 36 lantai

3.      Luas ruangan kerja anggota dewan, 120 meter persegi (uang kerja anggota, ruang staf ahli dan asisten pribadi, ruang rapat kecil, kamar istirahat yang berisi spring bed, kamar mandi, WC, dan ruang tamu.)

4.      Ruang rekreasi di lantai 36 (spa, kolam renang dan fitness ????)

ICW  menilai ada hal yang mencurigakan di dalam rencana pembangunan gedung baru DPR. Pasalnya alokasi anggaran per meter persegi Rp 10 juta jauh melampaui informasi yang di dapat dari pengembang yang hanya Rp 4 juta, itu juga sudah masuk dalam rate hotel mewah.

 

 

Waspadai Keanehan di Sekitar Anda

Mudah-mudahan bermanfaat, ceritakan ke teman-teman, keluarga dirumah untuk pengetahuan dan kewaspadaan kita bersama, karena kita hidup di alam maka
seharusnyalah kitapun memelihara dan mengetahui aturan mainnya,

1. Di pantai

Jika terjadi hembusan angin yang sangat kencang tapi mendadak, disertai bau garam/air laut
yang tajam menandakan sedang terjadi proses di tengah laut, berbagai kemungkinan penyebab; Tsunami/Taifun.

Jika anda merasakan gempa di pantai, jangan tunggu apapun lagi, pergi
secepatnya dari tempat itu. Beritahukan orang terdekat.

Jika anda sedang berperahu di tengah laut, dan mendengar ada gempa di
sekitarnya (biasanya orang menggunakan radio di perahu), maka jangan dekatkan
perahu ke daratan, tetap di tengah laut, efek Tsunami dipermukaan laut jauh
dari pantai hanya sekitar 0,3 – 1 meter saja. (National Geographic News, 27
Dec. 2004).

Menjauhlah dari tepi laut jika anda mendengar suara dentuman seperti meriam
dari dasar laut atau mendengar suara drum band sangat banyak dg irama yg
sangat cepat) (National Geographic News, 27 Dec. 2004).

2. Di tengah Laut

Hal yg terjadi di lautan adalah Badai/Taifun/Cyclone. Sebesar apa kapal pun dapat
dipecahkannya, maka jalan terbaik adalah pantau terus radio, dan carilah pulau
terdekat. Teluk relatife lebih aman untuk melepas jangkar daripada di tepi laut
terbuka. Putar haluan jika anda melihat awan hitam di tepi khatulistiwa

3. Di Aliran Sungai

Jika anda ditepi sungai yang sangat jernih, dan melihat bahwa pasir di dasar
sungai bergerak sangat cepat ke arah hilir, maka menjauhlah dari tepi
sungai dan carilah tempat yg tinggi, dipastikan bahwa sedang terjadi air
bah di hulu.

Jika anda melihat awan hitam di arah hulu sungai, sebaiknya urungkan niat
ke sungai tsb, dan coba juga menjauh dari atas jembatan.

Anda mendengar suara riuh-rendah bagaikan dentuman, bantingan dari arah
hulu sungai, menjauhlah dan beritahu setiap org yg anda jumpai (Bohorok,
Langkat, Sumatera Utara 2003)

4. Di Hutan

Tidak ada Tsunami dan air bah di dalam hutan, lalu? Kebakaran adalah bencana
dalam hutan.

Jika anda terkepung api di dalam hutan, maka carilah anak sungai (creek) dan
masuklah ke dalamnya hingga kebakaran berakhir, jika anda keluar dari sungai,
ingatlah suhu udara bisa lebih 100°C di permukaan tanah.

Lebih baik anda berjalan di lahan yg telah terbakar daripada tanah yg belum
terbakar karn permukaan tanah yg terbakar lebih kering dan kemungkinan
terbakar lagi sangat kecil daripada tanah yg belum terbakar (FEMA Bulletin)

Di malam hari pada saat bulan tidak bersinar/bukan purnama, anda melihat kaki
langit sangat terang, maka menjauhlah, pasti tarjadi kebakaran toh di Indonesia
tidak ada Aurora Australis dan Borealis yg fenomemal itu.

5. Tingkah laku Hewan

Pada saat menjelang datangnya Banjir Bandang Bahorok (Langkat, Sumatera
Utara 2003) Orang-utan menunjukkan Tingkah Laku yang extreme, mereka sangat gelisah dan
berteriak2 karena gejala ini tim jagawana melepaskan mereka sehingga mereka selamat.

Pada saat terjadi gempa di Sumatera, Gajah2 di Phuket, Thailand Gelisah dan
menjerit. Menjelang datangnya tsunami mereka melepaskan sendiri belenggu mereka dan
menggiring turis dan pawang mereka ke tempat yg aman, ombak Tsunami berhenti
hanya beberapa meter dari gajah2 itu berdiri. (TVRI, 03 Jan. ’05 pkl 21.15 dan
Kompas, 01 Jan. ’05 hal 1.)

Burung berterbangan. Seorang perwira TNI-AD Kodam I- Iskandar Muda selamat
dari Tsunami di Banda Aceh karna melihat burung berwarna putih sangat banyak
terbang ke daratan dari laut, ia memerintahkan staffnya untuk memutar arah
kembali padahal saat itu ia menuju pelabuhan.

Jika anda melihat ular, tikus, kecoa keluar secara tiba-tiba dari dalam got
sangat banyaknya, maka segeralah waspada, terjadi sesuatu di bawah tanah. Jika
anda disekitar pegunungan dan melihat semua hewan berlari, maka segera juga
ikuti mereka, jangan takut mereka memakan, menerkam/menggigit anda, karna naluri mereka
saat itu hanya satu: selamatkan diri….. pertanda gunung akan meletus

“Rumah Gadang”, Rumah adat suku minangkabau

Kali ini saya membahas rumah adat suku minangkabau, yaitu suku yang menghuni provinsi Sumater Barat.Sebenarnya banyak halaman-halaman yang membahas tema ini, tak ada salahnya saya menambah referensi anda dalam memahami seluk beluk rumah adat urang awak ini. Sumbernya saya ambil dari beberapa halaman yang terpercaya.

rumah gadang

Rumah gadang merupakan rumah adat Minangkabau. Rumah gadang ini mempunyai ciri-ciri yang sangat khas. Bentuk dasarnya adalah balok segi empat yang mengembang ke atas. Garis melintangnya melengkung tajam dan landai dengan bagian tengah lebih rendah. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan dan rumah landai seperti badan kapal. Atap rumahnya terbuat dari ijuk. Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya membentuk gonjong, maka rumah gadang disebut juga rumah bagonjong.

Asal usul bentuk rumah gadang

Bentuk atap rumah gadang yang seperti tanduk kerbau sering dihubungkan dengan cerita Tambo Alam Minangkabau. Cerita tersebut tentang kemenangan orang Minang dalam peristiwa adu kerbau melawan orang Jawa.

Bentuk-bentuk menyerupai tanduk kerbau sangat umum digunakan orang Minangkabau, baik sebagai simbol atau pada perhiasan. Salah satunya pada pakaian adat, yaitu tingkuluak tanduak (tengkuluk tanduk) untuk Bundo Kanduang.

2

(Istana Pagaruyung, Salah satu rumah adat sumatera barat yang terkenal)

Asal-usul bentuk rumah gadang juga sering dihubungkan dengan kisah perjalanan nenek moyang Minangkabau. Konon kabarnya, bentuk badan rumah gadang Minangkabau yang menyerupai tubuh kapal adalah meniru bentuk perahu nenek moyang Minangkabau pada masa dahulu. Perahu nenek moyang ini dikenal dengan sebutan lancang.

Menurut cerita, lancang nenek moyang ini semula berlayar menuju hulu Batang Kampar. Setelah sampai di suatu daerah, para penumpang dan awak kapal naik ke darat. Lancang ini juga ikut ditarik ke darat agar tidak lapuk oleh air sungai.

2(Bentuk gonjong diambil dari bentuk tanduk kerbau)

Lancang kemudian ditopang dengan kayu-kayu agar berdiri dengan kuat. Lalu, lancang itu diberi atap dengan menggantungkan layarnya pada tali yang dikaitkan pada tiang lancang tersebut. Selanjutnya, karena layar yang menggantung sangat berat, tali-talinya membentuk lengkungan yang menyerupai gonjong. Lancang ini menjadi tempat hunian buat sementara. Selanjutnya, para penumpang perahu tersebut membuat rumah tempat tinggal yang menyerupai lancang tersebut. Setelah para nenek moyang orang Minangkabau ini menyebar, bentuk lancang yang bergonjong terus dijadikan sebagai ciri khas bentuk rumah mereka. Dengan adanya ciri khas ini, sesama mereka bahkan keturunannya menjadi lebih mudah untuk saling mengenali. Mereka akan mudah mengetahui bahwa rumah yang memiliki gonjong adalah milik kerabat mereka yang berasal dari lancang yang sama mendarat di pinggir Batang Kampar.

Bagian-bagian dalam Rumah Gadang Minangkabau

Rumah adat Minangkabau dinamakan rumah gadang adalah karena ukuran rumah ini memang besar. Besar dalam bahasa Minangkabau adalah gadarig. Jadi, rumah gadang artinya adalah rumah yang besar. Bagian dalam rumah gadang merupakan ruangan lepas, kecuali kamar tidur. Ruangan lepas ini merupakan ruang utama yang terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang rumah gadang berbanjar dari muka ke belakang atau dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang mbnandai lanjar, sedangkan tiang dari kini ke kanan menandai ruang. Jadi, yang disebut lanjar adalah ruangan dari depan ke belakang. Ruangan yang berjajar dari kiri ke kanan disebut ruang.

1

(Bentuk denah dari rumah gonjong sederhana)

Jumlah lanjar tergantung pada besar rumah. Biasanya jumlah lanjar adalah dua, tiga clan empat. Jumlah ruangan biasanya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas. Ukuran rumah gadang tergantung kepada jumlah lanjarnya.

Sebagai rumah yang besar, maka di dalam rumah gadang itu terdapat bagian-bagian yang mempunyai fungsi khusus. Bagian lain dari rumah gadang adalah bagian di bawah lantai. Bagian ini disebut kolong dari rumah gadang. Kolong rumah gadang cukup tinggi dan luas. Kolong ini biasanya dijadikan sebagai gudang alat-alat pertanian atau dijadikan sebagai tempat perempuan bertenun. Seluruh bagian kolong ini ditutup dengan ruyung yang berkisi-kisi jarang.

Dinding rumah gadang terbuat dari kayu, kecuali bagian belakang yang dari bambu. Dinding papan dipasang vertikal. Pada setiap sambungan papan diberi bingkai. Semua papan tersebut dipenuhi dengan ukiran. Kadang-kadang tiang yang ada di dalam juga diukir. Sehingga, ukirang merupakan hiasan yang dominan dalam bangunan rumah gadang Minangkabau. Ukiran disini tidak dikaitkan dengan kepercayaan yang bersifat sakral, tetapi hanya sebagai karya seni yang bernilai hiasan.

Ukiran Rumah

Jenis ukiran Rumah Gadang tersebut terdiri atas:

Keluk Paku
keluk paku
Ditafsirkan anak dipangku kemenakan dibimbing. 

Pucuk Rebung
q
Ditafsirkan kecil berguna , besar terpakai. 

Seluk Laka
 itiak pulang petang
Ditafsirkan kekerabatan saling berkaitan.

Jala
jala
Ditafsirkan pemerintahan Bodi Caniago.

Jerat

Ditafsirkan pemerintahan Koto Pialang.

Itik pulang petang
itiak pulang patang
Ditafsirkan ketertiban anak kemenakan.

Sayat Gelamai

Ditafsirkan ketelitian. 

Sikumbang manis
sikumbang manih
Ditafsirkan keramah tamahan.

Dinding belakang disebut Dinding Sasak, karena pada masa lalu terbuat dari bambu yang dianyam, dinding depan dan samping terbuat dari kayu serta diukir. Berdirinya Rumah Gadang harus dilengkapi dengan Rangkiang atau Lumbung Padi, terletak dihalaman depan dan samping, yang berfungsi sosial dan ekonomi.

Rangkiang Minangkabau

Setiap rumah gadang di Minangkabau mempunyai rangkiang. Rangkiang adalah bangunan yang merupakan tempat menyimpan padi milik kaum. Rangkiang ini tegak berjejer di halaman depan rumah. Bentuk rangkiang sesuai dengan gaya bangunan rumah gadang. Atap rangkiang juga memiliki gonjong dan terbuat dari ikuk. Rangkiang memiliki pintu kecil yang terletak di bagian atas dari salah satu dinding singkok (singkap). Dinding singok adalah dinding segitiga pada bagian loteng dari rangkiang tersebut. Untuk naik ke rangkiang digunakan tangga yang terbuat dari bambu. Tangga ini dapat dipindahkan, bila tidak digunakan maka tangga ini disimpan di bawah kolong rumah gadang.

Bentuk dan jenis rangkiang tersebut antara lain:

Sitinjau Lauik

rangkiang sitinjau lauik

Digunakan sebagai tempat menyimpan padi untuk dijual bagi keperluan bersama atau pos pengeluaran adat. Bentuknya langsing, bergonjong dan berukir dengan empat tiang, letaknya ditengah.

Sibayau-bayau

si bayau bayau

Digunakan untuk menyimpan padi makanan sehari-hari. Bentuknya gemuk, bergonjong dan berukir dengan 6 tiang letaknya dikanan.

Sitangguang Lapa / Sitangka lapa

rangkiang si tangguang lapa

Digunakan untuk menyimpan padi untuk musim kemarau dan membantu masyarakat miskin. Bentuknya bersegi, bergonjong dan berukir dengan 4 tiang , letaknya sebelah kiri.

Kaciak / Kecil

rangkiang kaciak

Digunakan untuk menyimpan padi bibit dan untuk biaya mengolah sawah. Bentuknya bundar, berukir dan tidak bergonjong, letaknya diantara ketiga rangkaian tersebut.

Semoga postingan ini bermanfaat, jika ada komentar dan masukan silahkan di tulis ya….

kepada http://minangranahnandicinto.blogspot.com.. trima kasih sudah membajak tulaisan saya.. semoga anda tenang di alam sana.. trims

“Stonehenge”, Peninggalan sejarah sejuta misteri

Kali ini postingan saya mengenai Stonehenge, dimana bangunan ini adalah peninggalan sejarah dari zaman batu. Stonehenge dulunya masuk sebagai salah satu keajaiban dunia. Sampai saat ini orang yang membangun dan merancang ini tidak diketahui secara pasti. Berikut adalah data-data mengenai peninggalan sejarah ini yang saya kutip dari beberapa sumber.
Pada 2007, para ahli arkeologi membongkar sebuah desa kecil di Great Britain (Britania Raya) yang sudah ada sejak Zaman Batu (7.000 sampai 4.000 Sebelum Masehi). Desa ini ditemukan dekat tempat pusaka kuno dunia yang dikenal sebagai Stonehenge.

Dua mil arah timur laut dari tonggak dan ambang pintu monolit kuno tersebut, Mike Parker Pearson dan Proyek Stonehenge Riverside menemukan sebuah tempat yang dikenal sebagai Durrington Walls. Dengan bangunannya yang terutama dari kayu, dan berdasarkan penanggalan karbon, desa ini diperkirakan telah dibangun antara 2.600 dan 2.500 tahun Sebelum Masehi. Meski usianya begitu tua, hunian-hunian tersebut ditemukan masih dalam kondisi baik.

Karena Stonehenge telah ditemukan kira-kira pada era yang sama, para pakar mempertimbangkan apakah desa yang ditemukan dari penggalian itu adalah tempat tinggal dari para pembangunnya.

Dimulai pada 2003, penyelidikan yang didanai oleh National Geographic, telah menggali rumah-rumah, tempat-tempat tidur dan barang-barang perabotan kayu lainnya, adanya sebuah jalan kecil batu, begitu juga jejak kaki yang menempel pada tanah liat. Tambahan lagi barang-barang peninggalan kehidupan sehari-hari, para ahli arkeologi menemukan sebuat struktur terdiri dari tonggak-tonggak kayu yang terletak pada lingkaran-lingkaran yang konsentris. Para peneliti percaya bahwa ini adalah sebuah replika kayu dari Stonehenge yang berada di dekatnya.

Penemuan aneh lain pada tempat itu adalah sejumlah besar pecahan barang pecah belah dan binatang yang berserakan di seluruh desa. Para peneliti menyatakan bahwa penduduk desa tidak hanya tidak rapi; selain itu mereka mengklaim bahwa artifak-artifak ini adalah produk dari suatu upacara keagamaan. Beberapa orang juga percaya bahwa tempat itu bukanlah sebuah hunian permanen, tetapi sebuah hunian sementara untuk pertemuan tiap setengah tahunan.

Stonehenge merupakan suatu bangunan yang dibangun pada zaman perunggu (Bronze Age).
dan neolitikum. Ia terletak berdekatan dengan amesbury di wiltshie, inggris, sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut salisbury . Stonehenge mencakup bangunan tambak tanah yang mengelilingi batu besar berdiri tegak dalam bulatan, yang dikenal sebagai megalitikum . Terdapat pertikaian mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi banyak arkeolog memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500 sampai 2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembanguan monumen Stonehenge yang lebih awal yang berasal dari waktu sekitar 4000 SM.Kompleks Stonehenge dibangun dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari abad ke-7 M.

1

(Sketsa perkiraan Stonehenge pada masa didirikan)

yang menarik dari pembangunan monumen ini adalah bahan dasar pembuatannya berasal dari Wales, mereka mengangkut batu tersebut menggunakan sampan yg terbuat dari kayu.

Sampai kini belum ada satu teori pun yang dapat meyakinkan tentang alasan yang melatar belakangi pembangunan Stonehenge. Meskipun sebagian besar para penyelidik dapat menerima bahwa itu adalah sebuah tempat pemujaan dan yang dipergunakan untuk menghormati orang yang sudah meninggal, juga sudah dikemukakan bahwa tempat itu adalah diperuntukkan untuk ritual agama lainnya atau untuk pengamatan astronomi.

q

Diketahui bahwa orang-orang yang merancang konstruksi monumen itu memiliki pengetahuan astronomi, karena artifak ini ditemukan dengan mendapatkan sinar langsung dari matahari terbit melalui sumbu strukturnya pada equinoxes dan solstices.

Walaupun terlihat sangat primitif pada kilas pandang pertama, para peneliti akhirnya menemukan Stonehenge itu begitu canggihnya. Dalam bukunya Stonehenge Decode, (Memecahkan Kode Stonehenge) profesor astronomi Gerald Hawkins memaparkan bagaimana monumen itu sebenarnya dapat meramalkan gerhana-gerhana.

1(Site Plan stonehange)

1

(Pola sirkulasi arah posisi dari stonehenge yang melambangkan simbolisasi yang masih dipelajari hingga saat ini)

Demikian juga, dalam Stonehenge: Sun, Moon, Wandering Stars (Stonehenge: Matahari, Bulan, Bintang-bintang yang Mengembara) M. W. Postins mengungkapkan bagaimana Stonehenge (dalam hubungannya dengan berbagai titik pada daerah sekitar, seperti dengan Aubrey Holes yang berada di dekatnya) berhubungan dengan seluruh sistem tata surya.

Walaupun Proyek Stonehenge Riverside menyuguhkan kemungkinan terbaru tentang para pembangun monumen itu, tetapi itu bukanlah kali pertamanya. Banyak peneliti percaya bahwa struktur monumen prasejarah itu sebenarnya memiliki kelompok-kelompok berbeda yang ditambahkan padanya selama ribuan tahun lebih. Sejarawan abad ke-12 Giraldus Cambrensis bahkan membayangkan bahwa Merlin, tokoh pada zaman King Arthur dari Britain, ia sendiri yang berada di belakang pembangunan struktur batu tugu tersebut!

Siapa saja yang bertanggung jawab terhadap Stonehenge, bagaimana cara mereka memindahkan dan meletakkannya secara strategis batu-batu yang sangat besar seperti itu? Lebih jauh lagi, metode apa yang mereka gunakan untuk mendapatkan pengetahuan astronomi yang sedetail itu pada ribuan tahun sebelum ditemukannya teleskop? (Leonardo Vintini/The Epoch Times/pls)

1

24

(Proses pengerjaan pembangunan stonehenge yang diperkirakan oleh para ahli)

Catatan :
Equinoxes (waktu yang hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 20 Maret dan 22 September pada saat-saat itu matahari melewati garis katulistiwa sehingga siang dan malam mempunyai panjang waktunya yang sama).

Solstices (titik balik matahari yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Juni dan 22 Desember yang terjadi pada pertengahan musim panas dan pertengahan musim dingin pada belahan bumi utara dan sebaliknya pada belahan bumi selatan ketika matahari mencapai titik tertinggi dan terendah di langit pada tengah siang hari, yang ditandai dengan siang yang paling panjang diikuti malam paling pendek dan sebaliknya).